Tau gak shi!! Jika kalian bertanya tentang museum apa yang ada di Kawasan Malang
Raya, kebanyakan orang akan menyebutkan
Museum Brawijaya, dan Museum Angkut. Hmmm 😕 Kenapa bisa begitu yaa..??
Museum Zoologi Frater Vianney
Karena kedua museum tersebut adalah museum
yang paling terkenal di Kawasan Malang Raya. Namun, sepertinya jarang ada warga malang yang mengenal adanya sebuah
museum yang terletak di Desa Karangwidoro, Kabupaten Malang ini. Iyaa sepertinya
jarang sekali warga malang yang mengenal Museum Zoologi Frater Vianney. Museum yang dapat meng-edukasi setiap pengunjungnya dengan
banyaknya koleksi fosil hewan yang ada didalamnya.
Memasuki gedung museum zoologi yang memang tidak terlalu besar tersebut,
salah satu hal menarik yang langsung menjadi perhatian pengunjung
adalah tulisan dipapan nama yang tergantung diatas pintu masuk. Tulisan
“hendaklah kita tenggelam dalam Tuhan tanpa meninggalkan dunia” serta
sebuah patung Yesus Kristus setinggi sekitar setengah meter yang berdiri
kokoh seolah-olah sedang memberkati pengunjung yang datang.
Di dalam museum ini terdapat banyak sekali koleksi spesimen
yang dapat digunakan para pengunjungnya untuk mempelajari ilmu
Konkologi atau ilmu hewan dan kerang-kerangan baik darat dan laut.
Sementara itu, museum ini juga memiliki banyak sekali koleksi spesimen
beberapa jenis ular sehingga dapat digunakan untuk mempelajari ilmu
Herpetologi atau ilmu yang mempelajari tentang biologi ular. Namun, jika
dibandingkan dengan Museum Satwa, Museum Zoologi Frater Vienney
memiliki nuansa edukasi yang lebih kental dibandingkan Museum Satwa yang
menitik beratkan kepada sarana hiburan saja dengan sedikit edukasi. Hal
ini karena semua koleksi dan spesimen yang ada di Museum Zoologi Frater
Vienney ini sudah terklasifikasi dengan lengkap. Semua koleksi yang ada
dalam Museum Zoologi Frater Vienney ini merupakan gabungan koleksi
spesimen yang dimiliki oleh pendiri museum ini yaitu Almarhum Frater
Vianney. Frater Vianney yang merupakan Biarawan kelahiran belanda ini
memiliki sekitar 80 koleksi family hewan molluska yang ada di Indonesia.

Selain koleksi satwa mati yang telah diawetkan, museum zoologi Vianney
tenyata juga memiliki sejumlah satwa hidup yang bisa disaksikan
pengunjung secara langsung yakni ular, buaya, kura-kura dan ikan. Untuk
koleksinya sendiri, pihak museum mendapatkan dengan cara membeli dari
pihak lain maupun mengumpulkan sendiri. Sedangkan untuk identifikasi
koleksi yang ada, dilakukan pihak museum sendiri.
Untuk mengunjungi Museum Zoologi Frater Vianny ini, harga tiket masuk
yang harus dibayarkan oleh pengunjung berbeda menurut tingkat
pendiidkannya. Bagi pengunjung yang masih berada di sekolah dasar, tiket
masuknya adalah 10.000 rupiah, SMP, 12.500 rupiah, SMA 15.000 rupiah,
dan jenjang perguruan tinggi 20.000 rupiah. Uang tiket masuk ini
digunakan untuk merawat banyaknya koleksi yang dimiliki oleh Museum
Zoologi Frater Vianny ini. Selain itu, untuk para pengunjung yang datang
berkelompok atau datang bersama keluarganya, Museum Zoologi Frater
Vianny ini tidak memberikan harga tiket khusus namun hanya menerima
sumbangan yang seiklhasnya. Hal ini karena misi mulia Museum Zoologi
Frater Vianny yaitu untuk sarana edukasi keluarga. Museum buka setiap hari pukul 09.00-16.00 WIB.
Terima kasih kak sudah memberi saya wawasan baru mengenai Museum di Kota Malang, karena setahu saya hanya Meseum Brawijaya dan Mpu Purwa saja yang ada di Malang ini ehhh ternyata ada juga museum lainnya yaitu Museum Zoologi Frater Vianney. Emm kak Fiqza, kalau Meseum ini sejarah berdirinya seperti apa kak? Karena kan tidak banyak orang yang tahu kapan berdirinya meseum ini.🙏
BalasHapusNgomongin tentang museum zoologi yang memperlihatkan mengenai hewan-hewan, ada juga loh museum satwa yang berlokasi di jawa timur park 2. Iya sih mungkin emang di daerah Batu, tapi mungkin bisa lah dijadikan rekomendasi sebagai tempat belajar hewan bagi anak-anak karena mengingat jarak dari kota Malang ke Batu tidaklah jauh.
BalasHapus